::: Waktu Sekarang :::
Rabu, 13 Januari 2010
Info Kesehatan - Ramuan Sakit Gigi
Banyak tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan gigi. Rasa yang khas dari dari cengkih misalnya, membuat tanaman ini sering dimanfaatkan. Selain cengkih, ada sejumlah tanaman lain yang memiliki khasiat serupa.
Cengkih memiliki sifat antiseptica (antikuman), carminativa (peluruh angin), rubefaciencia (memanaskan kulit), antispasmodica (menghilangkan kejang), dan analgesik (pati rasa). Karenanya tanaman ini bisa digunakan untuk obat sakit gigi. Selain juga bisa untuk nyeri haid, rematik/pegal linu, masuk angin/mual, suara parau (serak), dan selesma.
Demikian pula dengan sirih. Tanaman yang berasal dari India, Sri Lanka, dan Malaysia ini telah dikenal sejak tahun 600 SM. Pada daunnya yang berbentuk bulat telur melebar, elips melonjong, atau bulat telur melonjong dengan pangkal berbentuk seperti jantung dan ujung meruncing pendek ini, terkandung minyak atsiri yang dapat menguap. Di antaranya yang terbesar chavicol dan betlephenol.
Aroma khas dari daun dan minyak sirih itu karena kandungan chavicol tadi. Senyawa ini memiliki daya antiseptik yang kuat dan daya bunuh bakterinya bisa sampai lima kali lipat dari fenol biasa.
Daun berukuran panjang 6-17,5 cm dan lebar 3,5-10 cm ini juga mengandung allylrocatechol, cineole, caryophyllene, menthone, eugenol, dan methyl ether. Bahkan, ia berisikan vitamin C dan alkaloid arakene yang khasiatnya sama dengan kokain.
Beberapa tulisan ilmiah juga menyebutkan, daun sirih mengandung enzim diastase, gula, dan tanin. Namun, daun muda mengandung diastase, gula, dan minyak atsiri lebih banyak ketimbang yang tua, sedangkan tanin relatif sama.
Senyawa yang membuat daun sirih mampu meredam seriawan memang belum terlacak. Yang pasti, dalam beberapa buku kuno India dan Yunani, seperti dikutip Darwis S.N., disebutkan daun yang merupakan bahan utama menginang ini memiliki sifat styptic (menahan perdarahan), vulnerary (menyembuhkan luka kulit), stomachic (obat saluran pencernaan), menguatkan gigi, dan membersihkan tenggorokan.
Berikut ini beberapa ramuan lain pereda gangguan gigi yang dihimpun dari berbagai sumber:
Kunyit
Ramuan 1 Siapkan kunyit satu rimpang dan minyak kayu putih secukupnya. Setelah kunyit dicuci bersih, lalu kupas. Rendam sebentar dalam minyak kayu putih, kemudian tempelkan dalam gigi yang berlubang. Lakukan hingga sakit mereda.
Ramuan 2 Siapkan kunyit 10 gram, daun dan akar serai masing-masing 50 dan 25 gr, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan dicuci bersih dan kunyit dipotong-potong, rebus dengan setengah liter air. Biarkan hingga air menjadi satu gelas. Minum untuk tiga kali sehari.
Ramuan 3 Siapkan kunyit 10 gram, daun meniran 50 gram, buah pinang setengah biji, garam dapur secukupnya. Setelah semua bahan kecuali garam dicuci, tumbuk hingga halus. Jangan lupa garam. Seduh dengan air panas sebanyak satu gelas, lalu saring. Bila sudah hangat, gunakan untuk kumur. Lakukan tiga kali sehari.
Minyak kelapa
Siapkan minyak kelapa sebanyak satu sendok teh. Rendam sejumput kapas dalam minyak tersebut, lalu panaskan di atas api selama kurang lebih 2-3 menit. Setelah agak hangat, tempel dengan kapas pada bagian gigi yang berlubang.
Biji cengkih
Siapkan biji cengkeh sebanyak satu genggam. Setelah disangrai, tumbuk halus hingga menjadi bubuk. Lalu, taburkan pada gigi yang sakit. Lakukan hingga sakit mereda.
Getah pohon kamboja
Siapkan getah pohon kamboja secukupnya, bisa diambil dari tangkai daun. Teteskan pada gigi yang berlubang atau gusi yang bengkak. Lakukan hati-hati, jangan sampai terkena gigi yang sehat. Harap hati-hati, karena getah kamboja bisa merusak gigi yang sehat.
Biji asam
Siapkan setengah ons biji asam. Kemudian disangrai (goreng tanpa minyak) sampai hangus. Setelah hangus, tumbuk halus menjadi bubuk. Gosokkan bubuk tersebut pada bagian gigi yang hitam atau kuning. Lakukan hingga terjadi perubahan sesuai keinginan Anda.
Info Kesehatan - Obat Tradisional
1. Air Kelapa
* Penetral Racun
* Air kelapa muda berkhasiat untuk menetralisir racun di dalam tubuh
* Cacingan
Berikan air kelapa muda,yang diberi sedikit sari jeruk sitrun kepada penderita cacingan.
* Luka Bakar
Caranya adalah campur 1 sendok teh bubuk,kunyit dengan air kapur sirih.Tambahkan air kelapa lalu oleskan pada bagian tubuh yang terkena luka bakar.Maka rasa panas akibat terbakar akan segera hilang dan tidak meninggalkan bekas luka
2. Bawang Merah
* Untuk turunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes mellitus yang sering disebut dengan kencing manis.
Untuk anak :
* Untuk menurunkan demam pada anak parut bawang merah secukupnya, balurkan di tubuh bayi/anak.
* Untuk borok, 3 siung bawang merah dan 2 jari rimpang kunyit dicuci,diparut, lalu dicampur dengan 2 sendok minyak kelapa baru.Hangatkan diatas api kecil sambil diaduk.Setelah dingin, oleskan pada bagian tubuh yang sakit sebanyak 2 kali sehari.
* Untuk masuk angin, 8 siung bawang merah, dicuci, tumbuk halus, campurdengan air kapur sirih secukupnya. Balurkan di punggung, leher, perut dan kaki.
3. Buah Lobak
Untuk memecah batu ginjal. Ambil 2 buah lobak besar yang masih segar, parut dan peraslah airnya hingga menjadi satu gelas, minumlah air lobak tersebut pagi dan sore. Serpihan batu ginjal akan keluar sendiri bersama air seni. Lakukanlah secara teratur.
4. Daun Alpukat
Rebuslah 10 lembar daun alpukat yang tidak terlalu tua dengan menggunakan 2 gelas air. Didihkan hingga air tinggal ½ gelas, lalu didinginkan. Minumlah air tadi dan lakukan secara teratur.
5. Aneka Jus Buah-buahan
* Asam Urat : Buah menkudu
* Darah Rendah : Tomat, Apel, Jeruk Sunkist, Bit, Mad
* Darah Tinggi : Sawi Putih, Melon, Nanas, Jeruk Nipis
* Hepatitis : Wortel
* Jantung/ Stroke : Sawi Putih, Melon, Nanas, Anggur Ungu
* Kolesterol : Wortel, Melon, Labu Siam, Apel Fuji
6. Aneka Sari Tumbuh-tumbuhan
* Ambeien : 1 gelas air adem, berikan selasih secukupnya. Atau daun Handeuleum/Daun Wungu
* Anti Kuman : Kulit buah delima putih. Atau Daun ingu. Atau daun ligundi. Atau daun Pegagan/Kaki Kuda. Atau daun sidowayah. Atau seluruh bagian sambiloto. Atau daun sirih.
* Anti Piretik : Rimpang jahe
* Anti Radang : Rimpang jahe
* Anti Septik : Rimpang kunyit
* Batu Ginjal : Daun kejibeling. Atau daun tempuyung.
* Batuk : Kunyit 1 jari, Kencur 1 jari, Bawang Merah 1 siung, parut dan peres, minum 3 X sehari
* Beri-beri : Daun dan biji wortel.
* Cacing : Biji ceguk / wudani
* Cacing Pita : Biji labu merah
* Darah Tinggi : Daun Pegagan/Kaki Kuda. Atau seluruh bagian seledri.
* Diare : Jambu biji
* Diare Kronis Pada Bayi : Akar wortel
* Gigi : Minum teh hangat dua cangkir setiap hari. Jangan menyedunya dengan air mendidih, sebab justru akan merusak kandungan fluoride-nya.
* Gula Darah/ Kencing Manis : Biji Alpukat 1 buah, jemur dan lalu godok dengan 2 gelas air, hingga menjadi 1 gelas air. Atau buah dan biji pare. Atau seluruh bagian sambiloto.
* Jamur : Umbi bawang putih
* Kanker : Tangkai daun benalu teh
* Kolesterol : 3 buah kentang, parut dan peres kedalam 1/2 gelas air matang.
* Kanker Payudara : Rumput Laut, setiap hari tubuh kita membutuhkan minimal 150 milicentigram (mcg) serat atau setara dengan 10 gram rumput laut.
* Kontrasepsi Pria : Buah dan biji pare
* Luka Barak : Oleskan dengan jus worter murni (tanpa gula)
* Malaria : Daun Murbai, dicuci dan digodok, dimakan pakai nasi. Atau tangkai daun brotowali
* Menurunkan Lemak Darah : Umbi bawang putih
* Obat Batuk : Jeruk nipis
* Pelancar Air Seni : Daun kejibeling. Atau daun kumis kucing. Atau daun pegagan / kaki kuda. Atau daun sidowayah. Atau daun tempuyung.
* Pemacu Produksi Air Susu Ibu : Daun katuk
* Panas Dalam : 1 gelas air adem, berikan selasih secukupnya
* Penenang : Umbi dringo. Atau buah pala
* Penghilang Nyeri : Daun jambu mete. Atau rimpang jahe. Atau daun sembung.
* Penurun Kadar Lemak Darah : Daun jati belanda
* Penurun Panas : Daun ingu. Atau daun sembung
* Radang Hati : Rimpak kunyit
* Radang Hati Kronis : Rimpang Temu Lawak
* Radang Sendi : Rimpang kunyit
* Rambut Uban : Lidah buaya dikupas kulitnya, isinya dicuci dengan air dingin, setelah bersih, dapat dijus dengan campuran madu.
* Sariawan Usus : Daun saga telik
* Sumber Enzim Papain : Getah, daun, biji pepaya
* Tenggorokan : Kencur 1 jari (dijus atau makan langsung)
* Tulang : Leri/Air Beras (Air Cuci Beras yang kedua, lalu digodok)
7. Menghilangkan Noda Nikotin pada Gigi
Caranya : ambil beberapa lembar daun kelapa kering yang telah dibuang lidinya. Bakarlah daun tadi sampai menjadi abu. Gosoklah gigi anda dengan menggunakan abu dari daun kelapa tersebut. Nisacaya gigi anda akan putih berseri.
8. Menghilangkan Bulu Kaki
Tumbuk sedikit merica, kapur barus dan beberapa tetes minyak tanah, kemudian campur hingga rata ramuan tersebut. Kumudian usapkan ramuan tadi di kaki yang ditumbuhi bulu, dengan sendirinya bulu-bulu tersebut akan rontok sendiri.
dikutip dari berbagai sumberY
Info Kesehatan - Tanaman Obat Keluarga
Khasiat : obat kencing manis
Pemakaian : daun direbus, disaring dan diminum
2. Gondorusa
Khasiat : obat pegel linu
Pemakaian : daun dilumatkan ditambah minyak kelapa dan digosokkan pada bagian yang sakit
3.Ginseng Jawa
Khasiat : obat kuat
Pemakaian : akar direbus, disaring dan diminum
4. Jahe
Khasiat : pelega perut, obat batuk, obat rematik, penawar racun.
Pemakaian : rimpang ditumbuk dan diseduh dengan air panas, ditambah madu & diminum
5.
Ketepeng Kebo
Khasiat : obat gatal - gatal
Pemakaian : daun dilumatkan, dibalurkan pada bagian yang gatal .
6.
Kunyit
Khasiat : obat demam, sesak nafas & obat radang
Pemakaian : rimpang diparut,ditambah air , diperas dan diminum.
7.
Daun Dewa
Khasiat :
a. Obat luka terpukul, datang bulan tidak teratur, pembengkakan payudara, batuk.
Pemakaian : daun dicuci kemudian direbus & diminum
2.
Obat digigit ular berbisa atau binatang buas.
Pemakaian : umbi dilumatkan, ditempelkan ditempat yang terluka (ditambah kunyit)
2.
Obat muntah darah, pendarahan rahim
Pemakaian : daun dewa, kunyit & secang direbus dan diminum.
2.
Obat anti kanker
Pemakaian : daunnya untuk dilalap.
8.
Orang – oring
Khasiat :
1.
Obat penyubur rambut / menghitamkan.
Pemakaian : daun + batang ditumbuk untuk keramas.
2.
Obat ambeyen / bawasir
Pemakaian : ditambah daun dilem, adas pulosari dicuci, direbus, & diminum 2x sehari
c. Obat koreng / luka lama
Pemakaian : ditambah kunyit, kamboja, brotowali ditumbuk dan dioleskan.
9.
Bayam kucing
Khasiat : antihipertensi, anti radang mata, juga bisa menghentikan pendarahan.
10.
Iler
Khasiat : akarnya untuk obat mencret, penawar kejang. Daunnya untuk obat wasir, batu ginjal, obat cacing (daun direbus). Daun yang masih segar sebagai obat tetes sakit telinga atau antiseptik.
11.
Makutho Dewa
Khasiat : obat lever, kanker, jantung, kencing manis, asam urat, rematik, ginjal, tekanan darah tinggi.
Pemakaian: daging buah 3 biji makutho dewa potong kecil, rebus dalam 3 gelas air hingga 1 ½ gelas. Minum 3x sehari ½ gelas . lakukan selama 1 bulan.
12.
Kapulaga
Khasiat : obat batuk dan obat perut kembung.
Pemakaian : buah dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum sekaligus.
13.
Sereh
Khasiat :
1.
Obat radang lambung
Pemakaian : sereh ditambah daun lidah buaya yang dikupas kulitnya, lalu tambahkan gula batu secukupnya direbus dengan hingga tersisa 1/3 nya, saring dan airnya diminum.
2.
Obat sakit kepala
Pemakaian : sereh dan jahe direbus dengan air hingga tersisa ½nya , saring dan airnya diminum.
3.
Mengobati gusi yang bengkak
Pemakaian : daun dan akar sereh, kunyit, garam secukupnya direbus dengan air hingga tersisa ½ nya, saring dan airnya diminum.
d.Untuk penghangat badan
Pemakaian : sereh, jahe direbus dengan air hingga tersisa 1/2nya, saring dan airnya ditambah gula merah secukupnya lalu diminum.
e.Guna mengatasi pegal-pegal
Pemakaian : sereh segar beserta akarnya direbus dengan air secukupnya. Kemudian airnya hangat-hangat digunakan untuk mandi.
14.
Pepaya
Khasiat : akarnya berkhasiat sebagai peluruh kencing, obat cacing, penguat lambung, perangsang kulit. Sementara bijinya berkhasiat sebagai obat cacing, peluruh haid, abortivum, peluruh kentut. Pada buah matang dapat memacu enzim pencernaan, peluruh empedu, menguatkan lambung, mengatasi sariawan. Buah mengkalnya dapat digunakan sebagai pencahar ringan, memperbaiki pencernaan, peluruh kencing, melancarkan ASI dan abortivum. Bunga pepaya berguna untuk peluruh haid, menambah nafsu makan, membersihkan darah, penyakit kuning. Daunnya berkhasiat sebagai penambah nafsu makan, peluruh haid.
15.
Kumis Kucing
Khasiat : obat batu ginjal, memperlancar air seni, obat hipertensi, & obat encok
Pemakaian : daun direbus, disaring dan diminum.
16.
Jeruk Nipis
Khasiat : obat batuk, penurun panas & pegel linu.
Pemakaian : buah dibelah, diperas ditambah madu dan diminum.
17.
Lidah Buaya
Khasiat ;
1.
Obat luka bakar, kena knalpot, penyubur rambut
Pemakaian : digosokkan
b. Obat batuk disertai sesak nafas
Pemakaian : direbus ditambah madu tawon untuk diminum.
18.
Tempuyung
Khasiat : obat batu ginjal & peluruh air seni
Pemakaian : daun direbus, disaring dan din
Info Kesehatan - Terapi Warna
Dalam kehidupan sehari-hari , tanpa sadar warna dapat mempengaruhi tubuh kita. Dapat dibayangkan bila anda tinggal di suatu ruangan yang berwarna hitam kelam atau coklat. Jika kombinasi warna tertentu dapat menyebabkan
pikiran kita stress dan depresi maka pastilah ada kombinasi warna lain
yang menyebabkan pikiran kita tenang dan rileks. Penggunaan warna pun digunakan secara luas di India
dan China sampai saat ini sedangkan penggunaan terapi warna di AS dan
Eropa mulai berkembang sejak pertengahan abad ke 19 , dimana Dr. Edwin
Babbit mempublikasikan The Principles of light and colour. Sebagai contoh : warna merah dapat mengakibatkan
terangsangnya sistem saraf otonom sedangkan warna biru mempunyai efek
menenangkan.
Cahaya merupakan salah satu bentuk energi dan cahaya
ini dapat dipecah menjadi beberapa warna dan inti dari terapi warna ini
adalah mengaplikasikan satu atau lebih warna untuk menjaga keseimbangan
energi dalam tubuh.
Bila Anda berkunjung ke praktisi terapi warna maka ada
beberapa praktisi yang mengatakan dapat melihat ‘aura’ ( lapisan warna
yang mengelilingi tubuh ) dan mengatakan langsung warna yang dibutuhkan
oleh tubuh . Banyak praktisi terapi warna percaya bahwa setiap
orang mempunyai kemampuan naluri untuk menentukan sendiri warna apa
yang mereka butuhkan untuk mengembalikan keseimbangan tubuh. Sebagai contoh : ada salah satu teknik terapi warna yang disebut dengan Aurasoma . Hubungan antara cakra, organ dan warna tersebut adalah :
Warna merah : berhubungan dengan cakra dasar yang mempengaruhi vitalitas, kekuatan , seksualitas, dan kesadaran.
Warna biru merupakan warna yang menenangkan dan sangat
baik digunakan untuk mengatasi insomnia, gastritis, artritis, nyeri
pinggang bawah, sakit tenggorokan, asma dan migren.
Bila anda tidak berencana untuk pergi ke praktisi
terapi warna , gunakan naluri untuk memilih warna yang menurut Anda
dapat membuat tubuh lebih rileks dan tenang.
Beberapa teknik terapi warna yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah adalah :
Penyembuhan pelangi : teknik ini sangat sederhana dan murah .
Prinsipnya : air ketika terkena sinar matahari di dalam wadah yang
berwarna ( misalnya botol yang berwarna ) , maka akan menerima energi
vibrasi dari warna tersebut. Anda dapat membeli
wadah atau botol dalam beragam warna atau secara mudah Anda dapat
menggunakan botol yang bening dan melapisinya dengan plastik kaca warna
tertentu. Misalnya saja Anda dapat memulainya dengan mengganti
warna sprei maupun sarung bantal dengan warna biru bila saat ini Anda
menderita stress dan ketegangaketegan
Info Kesehatan - Peluruh Batru Ginjal
-------------------------------------------------------------------------
Bersyukurlah jika sampai saat ini Anda tidak bermasalah saat buang air kecil. Bersarangnya batu di ginjal sebagai salah satu sumber masalah sebaiknya memang dicegah. Beragam tanaman obat yang musah dijumpai di sekitar kita, bisa dimanfaatkan.
Siapa pun pasti tak ingin merasalah perih saat buang air kecil sebagai salah satu pertanda ada batu yang bersarang di ginjal. Kalau keadaan itu sudah terjadi, konsultasi ke dokter ahli sudah pasti harus segera dilakukan.
Keluhan dan gangguan saat buang air kecil sebenarnya bisa dicegah. Salah satunya dengan memanfaatkan beragam ramuan herba atau tanaman berkhasiat obat secara teratur. Saat ini banyak tanaman obat yang terbukti mampu mengurang atau setidaknya sebagai pelengkap pengobatan batu ginjal oleh dokter.
Berdasarkan beberapa penelitian atau uji klinis yang pernah dilakukan, beberapa tumbuhan diyakini bermanfaat sebagai solusi alami gangguan batu ginjal. Di antaranya daun tempuyung (Sonchus arvensis L), daun kunis kucing (Orthosiphom stamineus Benth), daun keji beling (Strobilanthus crispus B1), akar alang-alang (Imperata cylindrica), dan daun pegagan (Centella asiatica).
Fungsi ginjal sangat kompleks dan vital meliputi filtrasi, ekskresi, sekresi, dan hormonal, yang semuanya berlangsung secara simultan melalui mekanisme pengaturan sendiri (Homeostasis). Karena itu, jika ginjal terganggu, berarti masalah kesehatan yang serius tengah menghadang.
Sejak Mesir Kuno
Dr. Tunggul D. Situmorang, Dipl,/M.Med Si, Sp.PD-KGH, menjelaskan bahwa penyakit batu ginjal (urolitiasis) sudah dikenal sejak zaman Mesir Kuno. Namun, hingga kini penyebab persisnya belum dapat diketahui secara pasti.
Batu ginjal lazimnya terjadi karena pembentukan zat penyusun batu lebih banyak ketimbang yang dilarutkan. Itu terjadi karena adanya faktor yang menyebabkan kristalisasi dari zat-zat itu dan adanya kelainan yang menyebabkan kristal-kristal berkumpul menjadi satu.
Biasanya batu yang terdapat dalam saluran kemih berupa kalsium oksalat, kalsium fosfat, asam urat, atau campuran dari senyawa itu. Gejala penderita batu kandung kemih adalah adanya rangsang sakit pada waktu buang air seni, serta di dalam air seni terdapat batu halus, sehingga menimbulkan bercampurnya air seni dengan darah.
Hingga saat ini pengobatan konvensional untuk batu kandung kemih masih belum memuaskan. Jalan keluar dengan pembedahan maupun pemecahan batu menggunakan teknologi modern masih mahal. Karena itu, boleh saja memilih jalur alami dengan menggunakan beragam ramuan herbal.
Beberapa penelitian in vivo (di dalam tubuh hidup) maupun in vitro (di laboratorium) juga telah dilakukan terhadap beberapa tanaman obat yang memiliki manfaat peluruh air seni dan penghancur batu kandung kemih. Penelitian in vitro membuktikan, infus daun tempuyung dapat melarutkan kolesterol, kalsium okslat, dan asam urat ginjal (Widodo, 1987).
Penelitian lain, juga secara in vitro, dilakukan dengan merendam batu ginjal pada ekstrak tempuyung selama enam jam. Ternyata proses itu dapat melarutkan batu ginjal penderita yang diindentifikasi sebagai kalsium oksalat (H. Giri, 1988).
Sementara itu, penelitian Rusdeyti (1985) menunjukkan, infus daun tempuyung yang diberikan kepada kelinci jantan ternyata dapat meningkatkan pengeluaran air seni (efek diuretik). Infus ini juga dapat mencegah pembentukan batu kandung kemih buatan pada tikus (B. Wahjoedi, 1986).
Penelitian lain dilakukan terhadap 23 pasien penderita batu kandung kemih yang diberi ekstrak air daun kumis kucing. Hasilnya, 40 persen pasien mengalami penurunan ukuran batu kandung kemih sebesar 0,5 cm, dan 20 persen merasakan hilangnya sakit (Muangmun W., 1984).
Daun kumis kucing mengandung kalium, saponin, dan glikosida orthosiphon. Untuk diuretik, sebaiknya digunakan daun kumis kucing muda. Hal ini sejalam dengan hasil penelitian Harini NKDK (1989), yang meneliti efek diuretik daun kumis kucing muda dan tua.
Peluruh batu ginjal lainnya, keji beling, merupakan tanaman semak, tingginya dapat mencapai 1-2 m. Secara empiris, herbal ini digunakan untuk diuretik, disentri, wasir karena mengandung kalium dan silikat. Secara in vitro, infus daun keji beling terbukti dapat melarutkan batu saluran kemih (Murwoto, Yusuf M., 1981).
Cegah pembentukan batu
Uji coba pada tikus menunjukkan bahwa esktrak daun keji beling dosis 16,5 mg/kg dapat mencegah pembentukan batu kandung kemih buatan (Wahjoedi B., 1992). Penelitian lain menunjukkan daun keji beling juga berkhasiat atau berefek diuretik (Sarjono O.S., 1989).
Selanjutnya akar alang-alang mengandung kalium Nainggolan l. (1994) melakukan uji diuretik dengan memberikan infus akar alang-alang pada hewan uji tikus. Hasilnya, pengeluaran ari seni meningkat sebanding degan volume pengeluaran air seni akibat pemberian HCT (diuretik).
Secara in vitro pernah dilakukan perendamam batu kandung kemih manusia menggunakan larutan estrak air akar alang-alang. Larutnya batu kandung kemih itu ditunjukkan dengan mengukur kadar kalsium yang terlarut (Retno E., 1987). Hasilnya, akar alang-alang dinyatakan dapat melarutkan batu kandung kemih.
Pegagan diyakini bermanfaat sebagai peluruh air seni, antibiotik (membunuh kuman), dan antipiretik (menghilangkan demam).
Karena sifatnya hanya pelengkap pengobatan modern, sikap peduli kesehatan tetap diperlukan. Diantaranya membiasakan diri minum air sebanyak-banyaknya serta menghindari kebiasaan sering menahan buang air kecil (lebih dari satu jam) dan makan jeroan. Jangan lupa cukup olahraga.
Tunggal atau Campuran
Meramu beragam tanaman herbal yang bermanfaat untuk peluruh air seni atai penghancur batu ginjal dapat secara tunggal atau dicampur dengan jenis tanaman obat lainnya.
Tempuyung
Kumpulkan daun kering 10 gr atau 30 gr daun segar, setara dengan 10 lembar daun. Cuci sampai bersih, lalur rebus dalam 250 ml air bersih sampai tersisa 150 ml. Setelah dingin, saring. Bagi untuk tiga kali minum dalam sehari.
- Selain tunggal, daun tempuyung juga dapat diramu dengan tanaman obat seperti meniran dan tapak liman dengan takaraan yang sama.
Kumis kucing
- Ambillah 30-60 gr kumis kucing segar (30 lembar daun), direbus atau diseduh sebagai teh. Bisa juga dengan merebus 10 gr kumis kucing kering dalam 750 ml air hingga tinggal sepertiganya. Saring, minum selagi hangat.
Keji Beling
- Siapkan 10 gr daun kering atau 30 gr daun keji beling segar. Cuci sampai bersih lalu rebus dalam 250 ml air bersih sampai tersisa 150 ml. Setelah dingin, saring. Bagi untuk tiga kali minum dan habiskan dalam sehari.
Alang-alang
- Ambil 20 batang akar alang-alang potong kecil-kecil. Siapkan daun tempuyung dan daun keji beling dengan takaran masing-masing 10 gr daun kering atau 30 gr daun segar (10 lembar daun). Setelah dicuci rebus semua bahan dalam air 300 ml. Saring, kemudian minum.
- Siapkan 20 batang akar alang-alang, potong kecil-kecil, 10 lembar daun ngokilo, 10 lembar daun kumis kucing, 10 lembar daun gempur batu, dan 400 ml air. Rebus hingga matang dan minum untuk tiga kali sehari.
Pegagan
- Ambilah 30-60 g pegagan segar, direbus atau diseduh sebagai teh.
- Rebus 30-60 g pegagan segar dalam 3 gelas air sampai tersisas separuhnya. Setelah dingin, saring. Minum sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.




